Serangan nyamuk.

 Memoir 8 

Setiap kali aku mematikan lampu untuk tidur dimalam hari pasti aja saja nyamuk yang menyerangku walaupun aku sudah berada di dalam selimut. Segala cara yang aku bisa sudah aku lakukan, pakai minyak sudah, raket nyamuk selalu berada di dekat ku, menghidupkan pewangi ruangan agar nyamuk pergi juga sudah. Tapi tetap saja mereka datang dan menyerangku habis-habisan. Seringkali karena itu aku tidak bisa langsung tertidur, aku menghabiskan 30 menit untuk membunuh nyamuk-nyamuk itu, tapi tak semuanya berhasil ku basmi. Nyamuk sialan. Sesekali aku berkata, 

“Apa kegunaan hidupmu di dunia ini nyamuk jahat?”  

Kalau dipikir-pikir bagaimana aku bisa melewati setiap malam yang penuh dengan serangan nyamuk? Aku baru sadar itu karena aku menutup telingaku, sesekali aku mengusirnya apabila ia mulai menyentuh wajahku, lalu aku akan mengalihkan diriku dan membayangkan apa yang ingin aku bayangkan. Apabila aku memikirkan kehadiran para nyamuk itu, mungkin aku tak akan bisa tidur.

Saat menulis ini baru aku tersadar bahwa nyamuk-nyamuk itu sebenarnya memberiku pelajaran. Nyamuk-nyamuk itu ibarat manusia maupun hal yang menyebalkan. Tentunya hal-hal seperti ini tak bisa kita hindari kan? Pasti mau tak mau harus kita lewati. Namun yang membedakan adalah bagaimana kita menghadapi nyamuk-nyamuk itu. Apakah kita akan menghadapinya hingga kita terbawa perasaan sedih, kesal, dan marah atau kita menghadapi secukupnya dan tidak ambil pusing?

Sekian pendapatku tentang para nyamuk yang mengganggu malam nyenyak ku.


Komentar

  1. Semangat. Tulisan hari ini akan menjadi penanda untuk esok hari dan kedepannya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anak tak sabar dewasa.

Bali dari perspektif ku.

Anjing.