Anak tak sabar dewasa.

 Memoir 3

  Bergeraknya waktu tak hanya menghasilkan perubahan teknologi, tetapi juga melahirkan perubahan sikap sosial pada anak-anak hingga anak muda. Kita semua pasti pernah melihat dan merasakan perubahan ini di kehidupan nyata kita semua, termasuk aku. Beberapa kali aku melihat anak yang lebih kecil maupun yang sebaya dengan ku, jujur saja aku kaget dan kagum dengan perubahan gaya yang terjadi di zaman sekarang. Aku tahu banyak orang di luar sana yang juga menyadari hal ini, karena beberapa kali aku melihat konten di media sosial yang mengacu pada peristiwa ini.

  Anak muda zaman sekarang sudah mengenal banyak hal terutama dalam hal berpakaian. Sudah menjadi hal yang umum di kalangan anak muda berpakaian dengan gaya skena, korean look, western look, dan berbagai macam gaya lainnya yang tentunya berbeda dengan anak zaman dahulu. Menurutku, gaya berpakaian tidaklah masalah selama masih berada dalam kategori normal dan menurutku anak muda patut berekspresi melalui gaya yang mereka pilih. Lantas, jika tak ada masalah mengapa aku membahas topik ini?

  Masalah yang kurasa ada pada anak-anak kecil yang masih berada di jenjang SD. Saat aku berada di jenjang SD hingga SMP aku tak terlalu tahu banyak tentang make-up. Namun, anak SD sekarang sudah sangat pandai dan akrab dengan make-up. Beberapa anak kecil pasti pernah merasakan penasaran dengan make-up yang mereka lihat digunakan oleh orang dewasa, dan kurasa tak sedikit dari kita yang sering bermain berhias dan merias. Tetapi menurutku sekarang rasa penasaran mereka dan pengaruh lainnya menggerakkan mereka untuk berhias maupun berdandan agar terlihat lebih dewasa. Make-up bukanlah hal yang bagus bagi kulit anak kecil, karena kulit mereka masih sangat sensitif. Sangat disayangkan sekali jika mereka telah menggunakan berbagai macam produk dari usia dini.

  Cara berpakaian mereka juga kurasa sudah tak sepolos dulu. Karena kulihat mereka sudah mulai menggunakan pakaian yang memperlihatkan bentuk badan dan beberapa bagian tubuh, seperti pakaian crop top, pakaian ketat, dan sebagainya. Bukannya aku berkata bahwa anak kecil harus memakai pakaian yang menutupi seluruh badannya, maksudku adalah seharusnya mereka menggunakan pakaian sewajarnya. Hilang sudah gambaran anak kecil yang polos dan lugu karena sekarang anak-anak terkesan kebelet terlihat dewasa.

  Media sosial juga memberikan pengaruh pada sikap mereka. Tak jarang aku melihat anak kecil di media sosial yang berlagak seperti orang dewasa, berpacaran, dan melakukan hal aneh lainnya. Bahkan, tak jarang juga aku mendengar berita anak kecil yang melakukan hal tak senonoh, seperti berhubungan badan dengan anak sebayanya. Ironis. Bagaimana mungkin anak kecil sudah mengetahui hal seperti itu dan bisa melakukannya? Jika anak kecil saja sudah berani melakukannya, apalagi anak remaja yang menghalalkan segala cara untuk melakukannya, seperti menyewa hotel, menjual diri, dan berbagai hal tak senonoh lainnya.

  Memangnya, apa dampak yang akan mereka rasakan? Mereka yang masih berada di bangku sekolah akan lebih peduli dengan penampilan merekasehingga tujuan mereka ke sekolah bukanlah untuk mencari ilmu, melainkan untuk memamerkan diri. Mereka akan cenderung fokus pada hal-hal yang seharusnya tidak mereka lakukan di usia itu, seperti berhubungan badan, yang tentunya akan merusak diri mereka di masa depan.

   Kita semua tahu akan masalah ini, tetapi kita tidak tahu harus berbuat apa. Menurutku, seharusnya orang tua lebih memperhatikan anaknya agar tidak terjerumus lebih dalam. Mungkin itu saja pendapatku kali ini. Terima kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bali dari perspektif ku.

Anjing.